Merayakan 10 tahun GASRUG dalam "POMAH"
Tampilkan Karya-Karya Seni Sebagai Api Motivasi kepada Dunia kesenian
GASRUG
(Gerakan Sen Rupa Gresik) mengadakan pameran seni bertajuk “POMAH” yang diadakan di Galeri Loteng. Tepatnya di Sualoka
Hub, kampung Kemasan, Gresik pada April (26/04/2025) lalu
Aris Daboel
yang sebelumnya pernah menjabat sebagai ketua GASRUG menilai pameran tersebut
sebagai bentuk perjalanan paling tua dalam 10 tahun inni. Ia berpesan kepada
para seniman untuk tidak pantang menyerah dalam mengembangkan kemampuan seni
mereka masing-masing. Dengan adanya pameran ini, diharapkan dapat menjadi salah
satu langkah besar bagi GASRUG agar tetap maju sampai kapanpun
Pameran
yang diadakan secara umum selama kurang lebih sebulan itu menampilkan kurang
lebih 35 karya seni dari berbagai seniman gresik yang dipresentasikan dalam
berbagai bentuk. Mulai dari lukisan akrilik, lukisan digital hingga karya seni
rupa tiga dimensi.
Bu Dewi
yang turut terlibat dalam pameran GASRUG menjelaskan bahwa makna dari kata
“Pomah” mengilustrasikan seekor burung dara yang sejak kecil dipelihara
kemudian dilepaskan terbang kemudian ia balik pulang. “Bahwasanya kita mungkin
akan kehilangan arah dan adanya banjir informasi dan mesin-mesin intelegence
(AI, pen) kita kadang tersesat di mana-mana dan jalan paling yang lain adalah
jalan pulang, terutama ke diri sendiri.” Jelasnya.
Dalam
pameran tersebut, mereka tak hanya menampilkan kemampuan mereka dalam kesenian.
Tetapi juga menyampaikan pikiran dan perasaan mereka ke setiap karya seni
masing-masing. Seperti karya seni dari salah seorang seniman bernama.
Sementara itu, Pak Kris yang dikenal sebagai budayawan sekaligus sejarahwan di kota indsutri menanggapi tema yang diambil dalam pameran tersebut sebagai percikan api semangat bagi siapapun. Baik bagi pelaku senirupa maupun para penikmat karya senirupa. “Semoga kepulangan ini akan menjadikan semangat baru untuk teman-teman perupa yang lain Sampai generasi baru.” Ucapnya disaat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan pameran itu.
ia
berharap, dengan dibukanya pameran tersebut dapat menjadi langkah besar bagi
kota Gresik terutama para pelaku seni dalam menyampaikan pikiran dan perasaan
mereka. Termasuk dalam menghadapi masa-masa yang sulit yang akan dating.
“Mereka sedang mengasah sebuah pedang dalam melakukan pameran seni rupa untuk
mengocok pikiran kita bersama untuk sanggar sebagai manusia Indonesia, sebagai
manusia yang berbangsa dan bernegara tapi bermartabat.” jelasnya
https://www.instagram.com/reel/DI6IOmIhxOZ/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==




Komentar