14 tahun Gresik Movie dalam Pameran Arsip "Layar Berkembang"
![]() |
| suasana di acara pembukaan pameran arsip Gresik Movie |
Merayakan
Sekaligus Merenungi Perjalanan Selama 14 Tahun
Komunitas Gresik
Movie membuka pameran arsip bertajuk “Layar Berkembang” sebagai perayaan atas
komunitas mereka selama 14 tahun sekaligus mengulas kembali perjalanan dari adanya
komunitas ini di kota Gresik sejak tahun 2011 silam. Pameran yang berada di
Kampung kemasan Gresik, tepatnya di Cafe Sualoka tersebut diadakan secara
terbuka bagi siapapun.
![]() |
Dalam acara
tersebut, mereka tidak hanya menampilkan berbagai benda maupun prestasi-prestasi
yang dijadikan sebagai bukti perjalanan mereka selama 14 tahun berjalan ini.
Namun, juga menceritakan berbagai kisah hingga perjuangan di dunia sinema sebelum
pameran ini tercipta.
Kak Sandi sebagai perwakilan dari komunitas ini menjelaskan, adanya pameran ini diadakan bukan sebagai ajang pamer tentang perjalanan mereka atau karya-karya yang dihadirkan. Namun, sebagai bentuk berterima kasih kepada orang-orang sudah membersamai komunitas Gresik Movie selama 14 tahun ini.
Di sisi
lain, ia tidak menyangka dengan adanya pameran tersebut dapat mempertemukan
dengan berbagai cerita yang belum pernah ia ketahui. Mulai dari koleksi
karya-karya film hingga keikutsertaan Gresik Movie dalam berbagai acara sehingga
dapat mempertemukan mereka dengan beragam orang dan komunitas yang dapat membersamai
perjalanan mereka selama 14 tahun.
“Saya juga
berharap perjalanan atau berlayar kita lebih panjang lagi sehingga menemukan
hal-hal baru sehingga dengan adanya pameran arsip ini juga sebagai bentuk
intropeksi kami tentang bagaimana orang-orang sekitar melihat Gresik Movie,” ucapnya
dalam pembukaan pameran tersebut.
Peran Gresik
Movie di kota Gresik
Sebelum pameran
tersebut diadakan, Kak Raja sebagai kurator dalam pameran tersebut mengatakan,
bahwa ia sempat ragu ketika memberikan ide terkait diadakannya pameran arsip
kepada semua teman-teman. Ia menjelaskan bahwa alasan di balik ide tersebut
adalah karena keberadaaan Gresik Movie sebagai komunitas sinema di kota santri yang
artinya, kegiatan sinema atau perfilman juga melibatkan kegiatan pengarsipan
pada suatu momen atau hal-hal penting lainnya.
![]() |
Ia
mengungkapkan bahwa komunitas yang dibangun pada tahun 2011 ini terdiri dari 8
orang yang baru lulus SMA. Hal tersebut membuktikan besarnya mimpi mereka dalam
memaknai dan menarasikan kota Gresik hingga menjadikannya seperti apa yang
mereka bayangkan. “Akhirnya teman-teman Gresik Movie bersiasat bagaimana cara
untuk berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lain baik komunitas teater,
senirupa, sastra dan lain-lain sebagainya. Dari situlah memunculkan sebuah identitas
sendiri bagaimana Gresik Movie ini berbarengan dengan komuitas-komunitas yang
lain,” terangnya.
Ia juga menceritakan bagaimana perjalanan komunitas ini yang berawal dari sekedar menempati setiap warung karena terbatasnya lokasi hingga mendapat dipandang sebelah oleh sebagian orang. Dari perjalanan itulah mereka dapat membawa nama komunitas ini sekaligus Kota Gresik ke Negara Prancis dalam Festival de Cannes sebagai bagian dari partisipasi di pasar film internasional Marche du Films degan film mereka yang berjudul “Gemintang”
“Pada
intinya dari warung ke warung itu akhirnya gresikmovie memiliki identitas
yakni, diskusi dengan komunitas-komunitas lain dan bertemu dengan
individu-individu yang lain. Bertukar yang tidak hanya membicarakan soal film, yang kemudian Gresik Movie
secara tidak langsung juga menjadi kelompok yang melahirkan kelompok baru.”
Ia menambahkan,
alasan di balik adanya keterlibatan para generasi muda dalam pameran ini juga
sebagai kreativitas yang kultural atau dapat diteruskan oleh generasi
berikutnya. “kami juga mengundang dan mengharapkan kolaborasi dengan
teman-teman SMA setidaknya ini akan menjadi kekulturan ataupun kreativitas yang
beregenerasi,” ungkapnya.

.jpeg)
.jpeg)

Komentar