Angkat Isu Lingkungan Hidup dalam BIMANTARA ART EXHIBITION
Sampah Hingga Bahan Daur Ulang Menjadi Ide dan Kreatifitas Siswa di Setiap Karya Seni
SMA
Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun mengadakan pameran karya seni bertajuk “BIMANTARA
ART EXHIBITION”. Pameran yang diadakan pada April lalu menampilkan kurang lebih
18 karya seni dari siswa-siswi sebagai hasil dari ujian praktek pendidikan
kesenian disana. Pameran tersebut juga melibatkan beberapa pihak luar sekolah.
Mulai dari alumni angkatan dari sekolah hingga beberapa komunitas kesenian, di
antaranya seperti Callartsik dan ABG Kolektif.
Kepala Semala, Agus Muhammad Hasbi, S.P, menyampaikan, dirinya tidak menyangka bahwa ujian praktek dari pendidikan seni akan diadakan seperti ini. Dukungan dari berbagai pihak membuatnya berpikir tentang proses pembelajaran siswa di sekolah ke depannya. “apakah nanti sekolah kita jadikan sebagai sekolah vokasi, (dimana) untuk pembelajarannya 30% atau 40%, sisanya adalah praktek. Kalau suka seperti itu, tidak apa-apa karena ini adalah kebebasan menentukan bagaimana proses pembelajaran di sekolah.” Ungkapnya.
![]() |
| Salah satu karya dari siswa kesenian tentang isu sampah. |
Pameran tersebut diadakan dengan tema “TRASH
ISSUE” dimana isu sampah sering menjadi topik permasalahan yang umum di
masyarakat. Tema tersebut juga memberikan gambaran kepada para pengunjung
tentang karya-karya seni yang ada disana. Di antaranya adalah karya seni dari salh
satu murid yang menampilkan akuarium yang berisikan para ikan (yang juga dibuat
dari sampah) hidup berdampingan dengan sampah-sampah di dalamnya. Ia juga
menjadikan sampah sebagai bahan untuk membuat replika ikan dalam akuarium
tersebut.
Muhammad Rizki sebagai ketua pelaksana paeran
tersebut menjelaskan, tujuan adanya pameran tersebut sebagai langkah dalam
menigkatkan kesadaran masyarakat akan isu sampah yang menjadi masalah
ekosistem. Ia berharap dengan adanya pameran ini dapat menjadi media platform
yang efektif dalam menambah pengetahuan dan pengalaman dari ide baru para
siswa.
Ia berharap dengan Adanya pameran tersebut
dapat menjadi menjadi langkah awal dalam kerja sama dan menambah inovasi yang
lebih baik di masa depan bagi mereka yang terlibat dalam pameran tersebut.
Di sisi lain, Dwi Ki Nugroho Putri sebagai salah satu dari anggota GAMBAS
memberikan apresiasi atas pameran tersebut diadakan. Selain sebagai upaya
berjalannya dari ujian praktek, pameran tersebut juga menjadi bukti dari tema
yang diambil bahwa secara tidak langsung para siswa menjadi antena terhadap
masalah yang terjadi di masyarakat.
Ia menilai karya-karya seni di pameran tersebut sebagai bentuk tanggapan para siswa terhadap isu sampah yang menjadi salah satu isu paling dekat di lingkungan mereka. “Saya selalu percaya seni menjadi suatu medium untuk berkomunikasi dan cara lain yang tidak verbal tapi banyak cara cara lain yang bias menampung kesadaran dan memantik untuk melakukan keinginan sesuatu.” ucapnya.
![]() |
| Pengunjung menikmati karya seni berupa aquarium dengan beberapa "ikan" di dalamnya. |



Komentar