Judul Buku: Aku yang Sudah Lama Hilang

Pengarang: Nago Tejena, M. Psi., Psikolog

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2024

Sinopsis Buku

    Buku "Aku yang Sudah Lama Hilang" mengajak kita untuk merenungkan diri atas kehidupan dewasa yang kita jalani. baik untun mereka yang baru memulai maupun yang sudah menjalani masa tersebut dalam waktu yang lama. Buku ini mengingatkan kita yang tengah ragu untuk yakin bahwa kita memang dilahirkan untuk menjalani semua fase ini tanpa henti, karena hidup memang begitu. Ada yang buruk dan ada yang baik.

    Selama proses tersebut, penulis sekaligus seorang psikolog juga memberikan beberapa batasan demi tercapainya kepuasaan bagi mereka yang menjalani masa dewasa. Mulai dari ajakan untuk meningat hal apa saja yang telah kita lakukan dan membuat kita senang sampai meyakinkan kepada kita bahwa kita harus terus menjalani hidup ini karena masih banyak hal yang tak perlu kita cari, namun hal tersebutlah yang mencari kita, seperti keluarga, rekan-rekan kerja, hingga diri kita sendiri. yup, diri kita sendiri. karena kita perlu memahami diri kita ini yang tak henti-hentinya meminta perhatian kepada kita di saat kita memberikan perhatian kepada orang lain.


Kelebihan dari buku ini:

- Penulis selalu memberikan fakta pahit kepada kita akan hal yang tengah kita alami membuat kita untuk kembali memikirkan kembali tentang segala hal yang telah kita lakukan selama ini. Seperti melakukan rutinitas setiap hari tanpa ada yang berpikir untuk berisitrahat sejenak meski rutinitas tersebut sudah terlaksana semua.

"semua kita lakukan hanya untuk mengulang rutinitas yang sama ketika terbangun kembali keesokan harinya" (hal.9)

"banyak dari kita yang akhirnya berada di fase ini. Melanjutkan bagaikan zombi". (hal. 10)

-dalam proses di atas, penulis memberikan penjelasan kepada para pembaca bahwa masih ada kesempatan untuk dapat menjalani proses ini meski ada banyak hal buruk dan baik.

"meski terkesan sedikit menyedihkan, tapi inilah kita yang sekarang. pengalaman berharga yang sudah kita lewati telah menghasilkan diri yang seperti ini. Tidak perlu dikutuk, tidak perlu disesali.... begitulah prosesnya. Mungkin diri kita memang perlu hilang terlebih dahulu, sebelum akhirnya ditemukan kembali...." (hal.13-14)

-Penulis memberikan berbagai pertanyaan kepada para pembaca terkait kehidupan dewasa mereka dengan tujuan mengajak para pembaca untuk mempertanyakan kepada diri mereka sendiri sehingga penulis tak perlu untuk selalu memberikan solusi atas masalah setiap orang, karena mereka dapat menemukan solusi atas masalah mereka sendiri.

"Bagaimana perasaanku saat ini?"

"Apa sebenarnya tujuan utamaku dalam hidup?"

"Seperti apa hubungan yang kuharapkan dengan orang-orang di sekitarku?"

"entah kenapa kita lebih jarang menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini ke dalam diri kita sendiri. Padahal pertanyaan seperti ini juga tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan kualitas hidup kita." (hal.63)

kekurangan dari buku ini

-Ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa inggris. Padahal, di antara kalimat-kalimat tersebut ada yang dapat dijadikan sebagai motivasi bagi para pembaca, sehingga pembaca perlu menerjemahkan kalimat tersebut untuk mengetahui arti dari makna tersebut

"A big part of being a psychologist is not to provide a good solution, but to provide a good question"

"Bagian terbesar dari menjadi seorang psikolog bukanlah untuk memberikan solusi yang baik, namun untuk memberikan pertanyaan yang baik” (hal.63)


Ikon Diverifikasi Komunitas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Angkat Potensi Indonesia, FIlm "Legenda Kelam Malin Kundang" Kembali diputar di Gresik

14 tahun Gresik Movie dalam Pameran Arsip "Layar Berkembang"

"The Space About You" dalam Mini Galeri Musik The Orcas