Pameran Sengkuni ke-5 "Re-identity"








Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Seni rupa Universitas Negeri Surabaya kembali mengadakan pameran Sengkuni yang ke-5 di gedung T2 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pameran yang dibuka mulai 17-19 November itu melibatkan berbagai seniman dan kurator untuk mempersiapkan pameran yang berskala internasional. Ada berbagai macam karya ditampilkan di pameran dengan media yang berbeda-beda. Seperti melalui lukisan, alat Preyektor, bahkan melalui musik yang hanya dapat dinikmati dengan duduk di kursi yang disiapkan tepat di sebelah sumber suara.

ketua himpunan mahasiswa seni rupa fakultas bahasa dan seni Nafisah Fajar menjelaskan, Pameran sengkuni 5 sudah menjadi pameran internasioanal yang dimana berbagai pihak termasuk dari negara ikut terlibat dalam pameran ini. “Tak lupa kita bekerja sama dengan visual rekan yang mana menghadirkan karya seniman dari Jepang, Amerika, Thailand dan Indonesia” jelasnya. Ia berharap dengan diadakannya pameran ini, masyarakat umum dapat merasakan kehadiran sengkuni 5 dan dapat ikut andil dalam mengapresiasi seni.

Para pengunjung yang hadir diacara itu dihibur dengan tarian tradisional yang sekaligus sebagai pembukaan acara tersebut. Seusai itu, para tamu digiring ke tempat pameran bersamaan dengan pemotongan pita peresmian oleh Syafiul Ana selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni.

Pameran yang bertajuk “Re-identity” itu mengajak para pengunjung untuk melihat kembali keberadaan diri masing-masing dimana situasi budaya sekarang bisa terjadi kolaborasi antara jajaran lokal dan global yang menjadi seimbang untuk meyuarakan ide dan gagasan lewat berbagai media serta  dapat menjadi inspirasi yang bisa diambil dari masa lalu untuk penciptaan karya seni rupa.

Koordinator prodi seni rupa murni dr Ada Idah Trisati Anggih, memberikan apresiasi terhadap pameran tersebut ia bangga kepada siapapunyang terlibat dalam pamern ini termasuk mahasiswa pendidikan seni rupa dan seni rupa murni angkatan 2022 dan 2023 yang telah menunjukkan kerja sama dan kerja kerasnya bersatu untuk pameran ini.

Dalam pameran tersebut, kurang lebih 50 karya seni di tampilkan dalam berbagai media. Salah satunya, karya seni dengan media radio antik, kacamata, dan sebuah kursi. Untuk menikmati karya seni itu, pengunjung harus duduk di kursi yang sudah diatur sedemikian rupa dan memakai kacamata hitam.

kuratorial sengkuni 5 Agus Kucing menjelaskan, awal mula terciptanya pameran ini bermula dari ide teman-teman yang awalnya adalah diskusi evaluasi dari pameran2 sebelumnya. “Mereka melihat bahwa suasananya sudah berbeda, dunianya sudah berbeda. Kita kembali melihat pada diri kita sendiri. Maksudnya melihat diri kita sendiri jati kita kembali sendiri di tengah dunia yang serba klik.” Jelasnya.

Sementara itu, Mahsrus Ali yang juga bertugas sebagai ketua pelaksana mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam mempersiapkan pameran tersebut termasuk seluruh panitia. Ia berharap pameran ini bisa menjadi motivasi kepada seluruh seniman unesa maupun universitas lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Angkat Potensi Indonesia, FIlm "Legenda Kelam Malin Kundang" Kembali diputar di Gresik

14 tahun Gresik Movie dalam Pameran Arsip "Layar Berkembang"

"The Space About You" dalam Mini Galeri Musik The Orcas